DAYA NUSANTARA – Pada pertemuan tersebut, Kepala BRIN mempresentasikan laporan dan menerima panduan langsung dari Presiden Prabowo mengenai perkembangan riset dan inovasi di tingkat nasional.
Arif Satria menyampaikan bahwa ia beserta Wakil Kepala BRIN telah melaporkan berbagai langkah jangka pendek yang dirancang untuk merestrukturisasi organisasi dan memperkuat dukungan terhadap program-program prioritas pemerintah. Arif menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menggarisbawahi pentingnya fungsi BRIN sebagai lembaga riset dan inovasi di negara ini.
“Pesan dari Bapak Presiden menekankan bahwa BRIN adalah institusi riset yang sangat krusial bagi bangsa kita dan diharapkan senantiasa memberikan harapan baru melalui penemuan serta inovasi, agar bisa mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh negara ini,” kata Arif saat memberikan keterangan kepada media usai pertemuan.
Presiden Prabowo Terima Wakil Ketua DPR RI, Bahas Kesejahteraan Publik hingga Layanan Haji 2026
Arif menjelaskan bahwa Presiden Prabowo meminta BRIN untuk mempercepat hilirisasi inovasi, termasuk menjalin kolaborasi strategis dengan kementerian dan lembaga, termasuk Danantara dan Agrinas. Presiden Prabowo bahkan memberikan instruksi khusus terkait kemitraan strategis antara BRIN dan Agrinas.
“Agrinas harus menjadi mitra yang nyata dalam hilirisasi, inovasi, dan riset. Dengan demikian, Agrinas Palma, Agrinas Pangan, dan Agrinas Jaladri dapat mengakses teknologi terbaru untuk meningkatkan hasil pertanian. Menurut Bapak Presiden, pencapaian swasembada pangan adalah suatu hal yang sangat penting untuk diwujudkan,” kata Arif.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa upaya swasembada pangan perlu diperluas, tidak hanya terbatas pada komoditas seperti padi dan jagung. Selanjutnya, BRIN akan mendirikan pusat penelitian baru guna memperkuat produksi protein lokal.
Komisi Percepatan Reformasi Polri: Kami Serap Aspirasi Masyarakat Lewat WhatsApp dan Surel
“Insyaallah kami akan segera mendirikan pusat penelitian untuk perikanan tangkap demi mendukung target peningkatan produksi protein ini,” tambahnya.
Di samping sektor pangan, Presiden Prabowo juga memberikan tugas kepada BRIN untuk mendukung berbagai industri strategis yang menyerap banyak tenaga kerja. Ia menyatakan bahwa Indonesia memiliki daya saing di bidang garmen dan sepatu, namun perlu meningkatkan kemandirian di sektor elektronik.
Dalam kesempatan itu, Arif juga melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa BRIN telah menyiapkan sejumlah inovasi dalam bidang alat utama sistem persenjataan (alutsista). BRIN berencana untuk memperluas kolaborasi dengan PT Dirgantara Indonesia, Pindad, serta sektor otomotif nasional.
“Saya rasa PRODUK Maung yang sudah dihasilkan oleh Pindad akan terus diperkuat dalam penelitian dan pengembangan,” ungkap Arif.
Gunung Semeru alami 45 gempa erupsi selama enam jam
Arif juga menganggap arahan dari Presiden Prabowo sebagai kesempatan besar untuk mengkonsolidasikan riset nasional. “Saya percaya ini adalah momen yang sangat baik untuk memperkuat riset dan inovasi di tingkat nasional, menjadikannya sebagai pijakan bagi kemajuan ekonomi kita,” tutupnya.
