DAYA NUSANTARA – Densus 88 Antiteror (AT) Polri menginformasikan bahwa tujuh orang yang diduga teroris yang ditangkap saat pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) merupakan anggota Negara Islam Indonesia (NII) dan Ansharuh Daulah (AD).
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menyampaikan di Jakarta pada hari Selasa bahwa Densus telah menangkap dua pelaku teror yang tergabung dalam NII di Sumatera Utara.
“Ini adalah langkah hukum yang diambil berkaitan dengan peran mereka dalam struktur NII,” ujarnya.
Sementara itu, Densus juga mengamankan lima pelaku dari kelompok Ansharuh Daulah.
Dirjenpas: Total 1. 882 narapidana berisiko tinggi dipindahkan ke Nusakambangan
“Para pendukung Daulah (ISIS) ini aktif dalam menyebarkan propaganda serta ajakan untuk melakukan tindakan teror,” jelasnya.
Kelima tersangka tersebut ditangkap di berbagai lokasi, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Papua.
Dalam acara Rilis Akhir Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Polri di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kepala Bareskrim (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol. Syahardiantono, menyatakan bahwa Densus berhasil menyelesaikan banyak kasus signifikan sepanjang tahun 2025.
Kejaksaan Negeri atau Kejari Purwakarta menepis rumor OTT tentang jaksa
Pertama, menurutnya, adalah pengungkapan jaringan radikalisasi anak di bawah umur melalui rekrutmen online. Kasus ini melibatkan lima terduga teroris yang menargetkan 110 anak di 23 provinsi.
Kedua, Densus 88 berhasil menggagalkan empat rencana aksi terorisme yang direncanakan oleh kelompok Ansharuh Daulah.
Ketiga, Densus 88 menangkap tujuh terduga teroris dalam rangka pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Polri kembalikan sembilan WNI yang menjadi korban TPPO dari Kamboja
Keempat, Densus 88 berhasil menangani 68 anak di 18 provinsi yang terpengaruh oleh ideologi kekerasan ekstrem melalui grup TCC, seperti neo-Nazi dan supremasi kulit putih.
“Mereka telah terbukti menguasai berbagai senjata berbahaya dan memiliki rencana aksi yang menargetkan sekolah serta teman-teman mereka,” tuturnya.***
