DAYA NUSANTARA – Polri melaksanakan upacara serempak untuk kenaikan pangkat Perwira, Bintara, dan Tamtama se-Indonesia dalam rangka kenaikan pangkat pada golongan Perwira Tinggi (Pati).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan di Jakarta pada hari Rabu, bahwa pelaksanaan kenaikan pangkat ini dilakukan secara serentak di seluruh unit, dimulai dari Mabes Polri, Polda, Polres, hingga unit kerja di bawahnya.
“Upacara kenaikan pangkat serentak ini bertujuan untuk menciptakan keseragaman dalam pembinaan karier dan memperkuat soliditas organisasi,” ungkap Trunoyudo.
Ia menambahkan bahwa secara keseluruhan, lebih dari puluhan ribu anggota Polri di seluruh tanah air mendapatkan kenaikan pangkat.
Mahkamah Agung atau MA jelaskan proses hukuman kerja sosial dalam KUHP yang baru
Kenaikan pangkat reguler dalam golongan Pati Polri diberikan kepada 42 anggota. Sementara itu, untuk kenaikan pangkat ke Komisaris Besar (Kombes) Polisi sebanyak 308 orang, ke Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) berjumlah 642 orang, ke Komisaris Polisi (Kompol) ada 1.332 orang, ke Ajun Komisaris Polisi (AKP) sebanyak 3.335 orang, dan ke Inspektur Polisi Satu (Iptu) sebanyak 4.418 orang.
Di samping itu, kenaikan pangkat pengabdian ke Inspektur Polisi Dua (Ipda) juga diberikan kepada 448 anggota, sedangkan kenaikan pangkat di jenjang Bintara mencapai 36.053 orang dan Tamtama sebanyak 1.918 orang.
Dalam pengangkatan di golongan Pati Polri, terdapat beberapa individu yang menonjol, termasuk Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja yang menjabat Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol. Agus Santoso, serta Irjen Pol. Umar Surya Fana yang bertugas sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat I Bareskrim Polri.
Pada kenaikan pangkat ke Brigjen Polisi, di antara nama-nama yang menonjol terdapat Brigjen Pol. Murry Mirranda yang menjabat Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang sebagai Danpasbrimob II Korbrimob Polri, dan Brigjen Pol. Susatyo Purnomo Condro yang bertugas sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri.
Densus 88: Tersangka teroris ditangkap saat Nataru bagian NII dan AD
Trunoyudo menyatakan bahwa kenaikan pangkat ini merefleksikan kepercayaan dari pimpinan serta tanggung jawab yang harus dijalankan oleh setiap anggota.
Diharapkan, kenaikan pangkat ini dapat lebih memotivasi setiap personel untuk memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Kenaikan pangkat ini bukan sekadar administratif, melainkan merupakan bentuk penghargaan dari institusi atas kinerja dan pengabdian anggota Polri. Pada saat yang sama, ini juga menjadi amanah untuk meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujarnya.
KPK tetap koordinasi bersama Kejaksaan Agung Kejagung meski Eddy Sumarman sudah dipecat
Polri berkomitmen untuk terus mengedepankan sistem pembinaan karier yang objektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, sesuai dengan transformasi Polri yang Presisi.***
